Barang Cetakan Keturunan Muslim

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meratap membayangkan wafatnya Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu. Terbayang pada hadapannya apa pun yg diperbuat bughat tentang khalifah. Sebuah peristiwa terabadikan batin (hati) terbitan tarikh Islam; menorehkan peristiwa kelabu atas jemaah ummiyah.

Dengankeji, eksekutor-pembunuh itu menumpahkan bakat. Tangan menantuRasulullah n ditebas, padahal jari-jemari itulah yg dulu dipercayaRasul n menuliskan ilham Allah l. Darah walau mengalir menyiram Thaybah.

Denganpenuh cinta dan ridha pada Allah l, Amirul Mukminin mengembuskannafas terakhir, mengambil syahadah beserta mempersilakan hujjah lalu kemenanganyang nyata.

YaAllah l, tanamkan suka beserta ridha di hati kami dalam rekan-sahabatNabi-Mu. Selamatkan hati beta dari kebencian pada mereka. Selamatkanpula ekspresi awak dari cacian kepada mereka sebagaimana Engkau telahselamatkan tangan kami pada, talenta-keluarga mereka.

Usman bin ‘Affan z, sejawat yang mulia

Beliauadalah ‘Utsman bin Affan bin Abil ‘Ash bin Umayyah bin Abdisy-Syams binAbdi Manaf z. Pada kakeknya, Abdu Manaf, nasabnya jumpa dengan nasabRasulullah n.

Lahir enam tahun selepas musim gajah. Beriman lewat tangan Abu Bakr Ash-Shiddiq –Abdullah bin Abi Quhafah– z, bersama terkandung as-sabiqunal awwalun.

Tampanwajahnya, pendiam kulitnya, dengan cepat jenggotnya. Sosok sahabat muliaini sungguh-sungguh pemalu hingga malaikat kendati membuat malu kepadanya. DemikianRasulullah n memuja:

أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ؟

“Tidakkah sepatutnya beta malu pada seseorang (ialah Utsman) yang para malaikat membuat malu kepadanya?”

Praktis meratap tempo kenang akhirat. Jiwanya khusyu’ dan penuh tawadhu’ pada terhadap Allah Rabbul ‘alamin.

Beliauadalah menantu Rasulullah n yg betul-betuldikasihi. Memperoleh kemuliaandengan menikahi ganda perempuan Nabi n, Ruqayyah akhirnya Ummu Kultsum hinggamendapat teguran Dzunurain (pemilik dobel kilauan). Bahkan Rasulullah n bersabda: “Seandainya aku masih memiliki cewek yg lain benar-benar mau kunikahkan dia dan Utsman.”

Utsmanbin ‘Affan z adalah figur sejawat yang mempunyai kedermawanan luarbiasa. Sebelum datangnya risalah Muhammad n, ia telah menekuniperdagangan hingga mempunyai kekayaan. Setelah kirana Islam terbersit dimuka globe, harta tadi ia infakkan jatah menegakkan wacana Allahl.

Sumur Ar-Rumah…Anda tahu, apa itu sumur Ar-Rumah?Sumber enceran Madinah yang ia berbelanja dengan dana betul-betulbanter sebagaiwakaf bagi muslimin pada sekon mereka kehausan bersama membutuhkan kucur-tetesair. Rasulullah n memberikan jannahsiapa yang membelinya. Utsmanpun bersegera mengambil iktikad itu. Demi Allah! Beliau sudah petik jannah yang dijanjikan.

Sosokyang mulia ini, tidak sempat condong untuk berinfak pada kiat Allah l,berapapun besarnya arta yg diinfakkan. Beliau buang seribu dinar(emas) manfaat merencanakan Jaisyul ‘Usrah, armada bentrokan senjata ke Tabuk,yg berjumlah tidak kepalang berawal 30.000 laskar. Serayamembolak-balikan emas yg Utsman z infakkan, Rasulullah n bersabda:

مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ الْيَوْمِ

“Tidaklah membahayakan bagi Utsman apapun yang dia lakukan sesudah hari ini.” (Karena sebenarnya dia sudah diampuni, pen.)

Allahu Akbar!Betapa menawan ujar Rasulullah n membarengi dedikasi Utsman bin Affanz. Allah l terima infak itu, Allah l jaga bersama tangan daksina-Nyayang mulia dengan Dia bekuk gandakan pahala untuknya.

Di renggangan bijak ‘Utsman bin ‘Affan z, Allah l jamin jannah atasnya dan sembilan sendiri lainnya. Rasulullah n bersabda:

وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ

“… Dan ‘Utsman di jannah….” Al-Hadits

Sebagian mungil keutamaan pada degan pas seumpama postulat yang muhkam –niscaya– bersama bijak Utsman bin ‘Affan z. Di bersama itikad inilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriktikad.

Wafatnya Umar bin Al-Khaththab zadalah dini kejadian cacatan. Umar z artinya pintu yang tutup cacian.Begitu pintu dipatahkan, gelombang olok bakal lalu menimpa umat ini,begitu juga ditunjukkan berbobot hadits Hudzaifah bin Al-Yaman z batin (hati) Shahihain.

Pernahkahterbayang maka Utsman z hendak dibunuh batin (hati) situasi teraniaya? Mungkinkita tak membayangkannya. Namun demi Allah l, Utsman bin Affan ztelah mendeteksi dirinya hendak terbunuh, lalu berita yg diperolehnyadari kekasih Allah l, Muhammad bin Abdillah n.

Ahmad bin Hanbal t batin (hati) Musnad-nya menyalurkan dari Abdullah bin Umar z, ia berkata:

ذَكَرَ رَسُولُ الله nفِتْنَةً، فَمَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ: يُقْتَلُ فِيْهَا هَذَا الْمُقَنِّعُيَوْمَئِذٍ. قَالَ: فَنَظَرْتُ فَإِذَا هُوَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ

“Rasulullah n pernah menjelaskan sebuah olok, lalu lewatlah seseorang. Beliau bersabda: “Pada ejekan itu, orang yg bertutup kapita ini hendak terbunuh.” Berkata Ibnu ‘Umar:” Akupun(perseorangan itu), ternyata beliau adalah ‘Utsman bin ‘Affan.”

Segala yang terbentuk dahulu bumi ini sudah Allah l tetapkan beserta lis dalam Lauhul Mahfuzh.Sebagian pada, takdir, Allah l beritahukan pada Rasul-Nya n, termasukberita terbunuhnya ‘Utsman bin ‘Affan z berarti (maksud) cuaca syahid. Utsman zmenunggu detik-detak itu dan penuh ridha bersama itikad.

Rasulullahn mengiringi informasi tadi lagi peninggalan hampiran apa yg harusdilakukan detik cemoohan menerpa, begitu juga akan kita lalui bersamasebagian riwayat tadi. Maka berjalanlah Utsman z berarti (maksud) menggagalkan cacatan tersebut dan memegang kukuh pesan Rasulullah n.

Abdullah bin Saba’ pada ruang wafatnya Utsman bin Affan z

Abdullahbin Saba’ maupun Ibnu As-Sauda’ adalah seorang Yahudi yg menampakkankeislaman pada zaman ‘Utsman bin ‘Affan z. Dia terangkat pada antara-tengahmuslimin beserta membujuk muslihat yang sangat menegangkan, menebar barafitnah jatah membelah-putus jejeran rombongan muslimin.

Tidakmudah benarIbnu Saba’ kobar bara pada antara kemegahan Islam,di tengah kontrol Islam yg sudah pernah meluas ke seluruh penjuru timur danbarat, pada denyut muslimin mempunyai wewenang pada mata musuh-musuhnya kalaitu. Tetapi setan tak sempat henti membujuk insan mendekati metode-jalankesesatan, begitu juga Iblis telah mengungkapkan pada terhadap Allah l:

ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ

Iblismenjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, sayabenar-betul mau (menghalang-halangi) mereka sejak jalan Engkau yanglurus, sehingga saya hendak menjenguk mereka pada, rupa lalu bermula belakangmereka, pada, kanan dengan dari kidal mereka. Dan Engkau tidak mau mendapatikebanyakan mereka bersyukur (tunduk).” (Al-A’raf: 16-17)

Ibnu Saba’ merintis makarnya dengan para pendukungnya dan melibatkan benci pada khalifah ‘Utsman bin Affan z di tengah kontingen yang bebal lagi dungu. Tujuannya niscaya: Memudarkan kemulian-kemasyhuran ‘Utsman bin Affan z di bagi manusia lalu menjatuhkan kedaulatan khalifah.

Kenapaorang-pribadi bego yg dituju? Karena mereka itulah rombongan yang tidakmengerti siapa Utsman z. Mereka jua satuan yg mudah disetir hawanafsunya. Demikianlah kiat dan model perusuh. Sebelum menggulingkanpenguasa, mereka berikan merata kehinaan pada antara diri-sendiri bebal, membuatarus rendah yg sukardibendung.

KakiIbnu Sauda’ yang penuh kebengkangan dengan kedengkian dalam syariat Allah lmenjelajah area. Fitnahnya dirinya berawal bermula Hijaz; Makkah, Madinah,Thaif, kemudian Bashrah, terus Kufah. Kemudian masuklah dia ke wilayahDamaskus (Syam). Usaha atas nama usaha dia mengenyam di sana, tapi virtual belummampu dia wujudkan. Dia tidak kemampuan menyalakan bara sakit hati terhadapkhalifah ‘Utsman z pada tengah-antara kaum muslimin di kewedanan-negeritersebut, sampai masyarakat Syam mengusirnya.

Dengansegala kebejatan, pergilah Ibnu Saba’ ke Mesir. Di sanalah dia dapatkantempat berdomisili. Di ruang segar inilah dia dapatkan petak fertile untukmembangun makar besarnya, menggulingkan khalifah Utsman z beserta merusakagama Islam.

Mulai Ibnu Saba’ manasuka menyurati munafiqindan pribadi-badan yang berpenyakit, sampai tercampur barisan sejak pendudukMesir dengan Irak guna kontributif makarnya. Bersama pelayan-pembantunya, diasebarkan itikad-itikad keluar batas serta sangkaan-dakwaan dustaatas khalifah pada tengah-tengah rombongan yg dungu lagi menyimpankemunafikan. Hingga suatu saat kelak, terwujudlah kain kapas-citanya: menumpahkan keluarga khalifah dengan memecah-belah jajaran muslimin.

Syubhat-syubhat Ibnu Saba’ jatah merobohkan gengsi Utsman bin Affan z